Laman

Rabu, 04 Februari 2015

Jangka oleh Fajar Utama (Puisi)

Jangka - Fajar Utama

Sungguh aku tak bermaksud menulis sajak
Namun jemariku terus berpijak
Di atas selembar kertas setengah lecak
Pikirku kacau, lidah berdecak

Sungguh aku tak ingin jadi kurang ajar
Maksud hatiku hanya ingin mengajar
Namun tanganku kelewat kasar
Perkara batin ini dibuat gusar

Aku tahu
Aku mengerti
Jangka itu untuk menggambar
Bukan guna mengajar

Aku akui
Aku menyesal
Gundukan itu masih basah
Tinggal di hati rasa bersalah

Sungguh orang ini sejatinya orang baik
Sedang aku hanya bajingan yang hidupnya tak laik
Maka jika Tuan berkenan
Izinkan darah ini ku persembahkan

Kamarku Yang Gelap, 30 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar