Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Januari 2014

Songfiction 'Rose - Lee Hi'


Matahari masih enggan bersinar. Namun langit mulai terang. Itulah tanda gerangan fajar menjelma. Semalam hujan mengguyur kota ini. Bau basah bercampur bau obat-obatan menyiksa hidungku yang tengah sulit bernafas ini. Darah bening masih mengalir deras di pipiku. Begitu pun dengan adikku. Tangisannya  memecah kesunyian lorong rumah sakit di subuh hari.

Telinga kami bagai ditusuk sebilah pedang. Hati kami bagai diiris. Otak kami beku. Seketika tingkah kami berubah. Layaknya bayi yang tak tahu harus berbuat apa. Hanya menangis. Hanya menangis yang kami bisa saat kami dengar ucapan dokter muda itu . . .

“ Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, Tuhan punya rencana lain . . Maafkan kami “ ucapnya dengan wajah pucat pasi. Penyesalan yang begitu dalam terpancar di wajahnya.

Sudah dua kali air mata kami tumpah karena ucapannya. Hari ini dan beberapa hari yang lalu. Saat kali pertama kami menginjakkan kaki di rumah sakit nan mewah ini. Rumah sakit yang katanya terbaik di negara ini. Namun apa daya, sebaik apapun pelayanan di sini, ibuku tetap pergi.

*Rose*

 “ Kami sudah melakukan uji sinar x pada lambung ibu kalian. Kami menemukan sesuatu yang aneh. Mirip seperti bunga mawar. Berikut dengan tangkainya yang masih berduri . . “ jelasnya.

“ Apa ?! Bunga mawar ? Tangkai berduri ? Tidak mungkin . . “ spontan adikku memotong.

Kaget. Jelas kami kaget. Bagaimana mungkin bunga mawar dengan tangkainya yang masih berduri bisa masuk ke dalam organ pencernaan ibu kami ? Bukankah ini semua tidak masuk akal ? Tidak dapat diterima akal sehat ? Pikiran ku melayang ke mana-mana. Hatiku masih tak percaya.

“ Ya, bunga mawar. Dengan tangkai berduri. Bukan cuma satu, bahkan hingga belasan. Kami akan segera menunjukkan gambarnya pada kalian. Tapi . . sebelumnya . . . apakah ibu kalian suka mengonsumsi benda-benda aneh ? “ tambah dokter muda itu.

Yaa Tuhan, apa maksudnya ini ? Mulutku terbuka lebar. Tak habis pikir dengan semua peristiwa ganjil yang menimpa keluargaku, terutama ibuku. Sungguh kasihan dia. Diumurnya yang sudah uzur, malah ditimpa kesusahan macam ini. Adikku tak mampu menahan tangisnya. Wajah cantiknya pudar seketika.

“ Tak mungkin !! Ibuku bukan orang gila ! Ia manusia normal ! Makan nasi serta minum air ! “ bentaknya pada dokter muda itu sambil terisak. Sementara aku hanya diam meski air mataku menetes.

*Rose*

Pagi itu mendung. Dirgantara seolah ikut berduka. Adikku mencoba menghubungi seluruh sanak saudara kami di lain kota. Sementara aku memilih untuk memberitakannya kepada Rose, kekasihku. Hanya dia tujuanku. Mobilku melaju di jalan yang basah. 

Sesampainya di rumahnya, aku mendapatinya tengah berdiri di antara kebun kecil yang ditumbuhi bunga mawar merah dengan subur. Gaun merah menambah kecantikannya pagi ini. Aku segera menghampirinya. Memeluknya seraya menangis di pelukannnya.

“ Rose . . Ibuku telah tiada . . “ suaraku lirih.

Wajahnya datar. Ia melepas pelukanku. Tak setitik pun air nampak di matanya. Kesedihan tak muncul. Rasa iba tak menjelma jadi tangisan.

“ Tidakkah kau sedih ? “ ku tahan tangisanku.

Selepasnya ia hanya tersenyum kecil.

“ Untuk apa? Aku senang. Tak ada lagi orang yang menghalangi pernikahan kita . . “ cetusnya seperti tak berdosa.

“ Apa kau bilang ? Kau senang dengan kepergian ibuku ?! Kekasih macam apa kau ini ? “ balasku pedas.
Kemarahan menyelimuti diriku. Menutupi hatiku. Meracuni pikiranku. Aku tak peduli. Ia membalik badannya seraya berjalan menjauhi ku, menelusuri mawar-mawar merah itu.

“ Bukankah aku sudah pernah berkata padamu ? Namun kau masih saja dengan pendirianmu. Mencintaiku bukan hal yang menyenangkan “ desisnya dengan nada datar.

Angin pagi yang dingin bertiup kencang. Rambutnya yang cokelat kehitam-hitaman berkibar dengan pasrahnya. Gaun merahnya yang menawan melambai-lambai. Suara gemerisik daun yang beradu dihiasi suara merdunya yang ia perdengarkan. Lagu itu . . lagu yang sering kali ia nyanyikan. Lagu yang belum ku mengerti apa intinya.

“  Nae sarangûn saeppalgan Rose
Jigûmûn arumdab getjiman
Nal karo un gasiro nol apûge halgol . . “

Aku hanya diam. Diam seribu bahasa. Tak mampu berbuat apapun jua. Tak mampu berkata apa-apa.

“  Every Rose has its thorn . . . Every Rose has its thorn . . Every Rose has its thorn “

Suaranya lembut, namun terdengar menyeramkan. Membuat bulu kudukku berdiri tegak. Kepalaku tak mau diam. Pening. Dunia terasa berputar begitu kencang. Ku tutup telingaku rapat-rapat. Ku rasakan sesuatu mengalir di hidungku. Menerobos barisan kumis tipisku. Dan bermuara di bibirku. Darah, aku berdarah. Segera ku seka dengan tanganku. Cukup banyak ternyata.

“ Aku harus pergi . . Aku harus mengurus prosesi kremasi jenazah ibuku . . “ ucapku pada Rose.
Ku langkahkan kakiku keluar dari halaman belakang rumahnya yang basah. Meninggalkannya seorang diri. Meninggalkan kebun mawar merah itu. Meninggalkan nyanyiannya yang membuat ku berdarah.

*Rose*

“ Yang pernah ku dengar . . orang bilang rumah itu sudah kosong sejak beberapa bulan yang lalu “ ucap pria tua itu.

Sontak membuat ku kaget. Jelas-jelas penghuninya masih sering ku temui, bagaimana ceritanya kosong ?

“ Benarkah ? Tapi kekasihku tinggal di sana. Aku mengunjunginya hampir setiap minggu . . “ tegasku.

Pria tua itu menyeritkan dahinya pertanda bingung. Mulutnya menganga. Tatapan matanya seolah tak percaya.

“ Benarkah nama kekasihmu ialah Rose ? “ tanya pria itu seolah khawatir.

“ Ya, benar. Dari mana anda tahu pak tua ? “ aku berbalik bertanya.

Kebingungan menyergap ku. Rasa khawatir menyelimuti hatiku. Namun rasa tak percaya lebih kuat dari segalanya.

“ Ya Tuhan ! Pergilah ! Jangan dekati aku ! Pergi dari sini ! “ ujar pria tua itu sambil mendorong tubuhku.
Wajahnya berubah drastis. Putih pucat. Ekspresi ketakutan merajai wajahnya. Ia pergi terburu-buru. Badannya yang bongkok membuat ku iba. Apa yang membuatnya menjadi takut padaku ? Ku tarik tangannya yang kurus.

“ Tunggu pak tua .. Tunggu . . Kenapa kau takut padaku ? A . . apa . . apa yang salah dengan . . semua ini . . ? “ kataku berbata-bata.

Ia mengelak. Ia berontak. Seolah tanganku penuh najis. Ia enggan menyentuhnya.

“ Ku mohon . . lepaskan aku ! “ ia memohon.

“ Jelaskan terlebih dulu apa yang terjadi padaku ! Pada Rose ! “

“ Jangan sebut nama itu ! “

“ Kenapa kau begitu membenci Rose ? Apa yang telah dia perbuat padamu ? “

“ Sungguh kau ingin tahu ?! Kau ingin tahu ?! Dia membunuh putraku ! Putraku satu-satunya ! “ ujarnya dengan nada marah.

Rose ? Membunuh ? Benarkah itu semua ? Benarkah ? Telingaku terasa panas. Jantung ku berdegup kencang. Keingin tahuanku bertambah besar. Membuatku lebih dalam lagi mengorek informasi.

“ Membunuh ? Bagaimana mungkin ? “ tanyaku penasaran seraya menyeritkan dahi.

Wajah pria tua itu berubah lagi. Tangisannya pecah. Sungguh pria tua yang malang. Nafasnya memburu menahan sesak di dadanya. Tak bisa ku bayangkan betapa perih luka di hatinya.

“ Ada sisinya yang tak kau ketahui . . Dia bukan perempuan baik-baik . . “ jawabnya sambil terisak.

“ Maksud anda? Aku tak begitu paham . . “

“ Dia itu wanita peniup pada buhul-buhul . . Ia tukang guna-guna !! “ jeritnya memecah suasana malam. “ Kau pikir bagaimana bisa putraku mati ? Padahal ia manusia normal . . “ tangisannya makin menggema.

“ Aku . . tak . . paham . . “

“ Mawar merah ! Berduri ! Menyarang di perutnya ! Wanita jalang itu menjadikanku sebatang kara ! Dia itu bukan manusia. Dia iblis ! “ caci maki pria tua itu hingga suaranya serak nyaris menghilang.

Mawar merah berduri menyarang di perut putra pria tua itu ? Semuanya seperti yang terjadi pada ibuku. Apa maksud ini semua? Mengapa aku selalu ditimpa peristiwa ganjil ? Rose ? Benarkah ia ? Jika begitu . . dialah pembunuh ibuku. Ya Tuhan, entah di mana harus ku letakkan rasa percayaku.

“ Jangan kau kira dia tak mendengar percakapan kita . . Dia mendengarnya meski ia tak di sini . . “ ujarnya setengah berbisik. Kemudian berteriak lagi. “ Rose ! Jika kau mau . . bunuhlah aku ! Kini aku tak lagi takut padamu ! Bunuh aku, Rose ! “ Kini tawanya menggelegar. Layaknya orang gila. Pria tua itu terlihat begitu aneh.

“ Sudah lah .. Biar ku antar anda pulang pak tua . . “ bujukku sambil menuntunnya masuk ke mobilku.
Aku pun mengantarnya pulang.
*Rose*

Ku rasakan telapak tangan dingin mengelus keningku. Suara tangisan yang begitu ku kenal. Panca inderaku mulai bekerja. Meski mataku masih enggan. Ku paksakan. Ku paksakan membukanya lebar-lebar. Segalanya buram. Aku tak mampu melihat dengan jelas. Yang ku tahu hanya wajah adikku yang basah.

“ Di mana aku ? “ tanyaku.

“ Kakak . . . Puji Tuhan, kau masih hidup . . “ ujarnya tanpa menjawab pertanyaanku.

Aroma yang sebelumnya pernah ku cium. Aroma obat-obatan. Jelas sekali. Tempat ini ialah rumah sakit. Aku berbaring di atas ranjang yang empuk. Entah apa yang mengantarkan ku ke sini. Aku tak ingat. Saat ku coba mengingatnya, kepalaku terasa begitu sakit.

Beberapa jam kemudian, keadaanku mulai membaik. Aku sudah mampu duduk, aku bosan terus berbaring. Aku bukan anak kecil. Aku bukan orang lumpuh. Aku bukan orang yang malas.. Aku memaksa adikku bercerita apa yang terjadi padaku. Meski awalnya ia enggan, akhirnya ia bersedia. Setelah itu, aku dapat mengingat segalanya. Memori otakku kembali pulih.

Malam itu, malam di mana aku mengantar pria tua itu pulang. Aku kehilangan kendali atas mobilku. Seperti mobilku miliki pikirannya sendiri. Di perempatan jalan, kecepatannya kian bertambah. Padahal lampu sedang merah. Tak ku sangka di depan mobilku tiba-tiba saja muncul sebuah truk besar.

Mobilku menabrak truk itu. Meski sebelumnya ku coba menghindar. Bagian kanan mobilku berbentur dengan ban truk yang begitu besar. Kacanya pecah. Menancap di kepala pria tua itu. Sementara truk itu terguling. Menimpa mobilku, aku, serta pria tua itu.

Barang bawaan truk itu tumpah ruah di jalan yang licin. Bunga mawar merah berserakan di jalan. Truk itu mengangkut berkilo-kilo bunga mawar merah dari perkebunan mawar merah menuju kota. Entah untuk keperluan apa. Aku tak tahu, aku tak peduli.

Aku tak tahu nasib pria tua itu selanjutnya. Tapi firasatku mengatakan, ia sudah pergi. Syukurlah aku masih selamat meski darah segar mengalir deras di kepalaku. Bau amis tercium jelas di hidungku. Mataku buram. Rasa sakit menyergapku. Pedih. Perih. Nafasku tengengah-engah.

Aku langsung di larikan ke rumah sakit ini. Beberapa orang dengan pakaian putih menggotong ku masuk ke dalam ambulan. Sesampainya di dalam ambulan. Aku melihat seorang gadis dengan gaun merah duduk di sebelah tempat ku berbaring. Aku tak tahu apa yang ia lakukan dalam ambulan itu. Aku tak tahu dari mana ia masuk. Tak ada seorangpun petugas ambulans yang menegurnya. Seolah gadis itu hanya aku yang dapat melihatnya. Ternyata benar. Hanya aku yang mampu melihatnya. Para petugas ambulan keluar begitu saja dari ambulan.

Rasa sakit akibat luka di kepalaku kian menyiksa ku. Aku menjerit. Merengek kesakitan. Mungkin sebentar lagi aku pingsan. Mungkin juga mati. Tangisan ku makin menjadi-jadi. Aku sungguh butuh pertolongan. Namun, gadis itu hanya diam. Dia terpaku menatapku yang tengah kesakitan. Seketika, aroma yang familiar tercium jelas. Meski mataku buram, aku sungguh mengenal aromanya. Aku tahu siapa dia. Aku sungguh mengenal gadis itu dari aromanya. Gadis itu mendekatkan wajahnya ke telingaku seraya berbisik . . .
.
.
.
.
“  Don’t wanna hurt you “ 



ditulis oleh Fajar R. Hidayat

Sabtu, 05 Oktober 2013

Lirik Miley Cyrus - Wrecking Ball (English, Bahasa)


English

We clawed, we chained, our hearts in vain
We jumped, never asking why
We kissed, I fell under your spell
A love no one could deny

Don't you ever say I just walked away
I will always want you
I can't live a lie, running for my life
I will always want you

I came in like a wrecking ball
I never hit so hard in love
All I wanted was to break your walls
All you ever did was wreck me
Yeah, you, you wreck me

I put you high up in the sky
And now, you're not coming down
It slowly turned, you let me burn
And now, we're ashes on the ground

Don't you ever say I just walked away
I will always want you
I can't live a lie, running for my life
I will always want you

I came in like a wrecking ball
I never hit so hard in love
All I wanted was to break your walls
All you ever did was wreck me

I came in like a wrecking ball
Yeah, I just closed my eyes and swung
Left me crashing in a blazing fall
All you ever did was wreck me
Yeah, you, you wreck me

I never meant to start a war
I just wanted you to let me in
And instead of using force
I guess I should've let you win
I never meant to start a war
I just wanted you to let me in
I guess I should've let you win

Don't you ever say I just walked away
I will always want you

I came in like a wrecking ball
I never hit so hard in love
All I wanted was to break your walls
All you ever did was wreck me

I came in like a wrecking ball
Yeah, I just closed my eyes and swung
Left me crashing in a blazing fall
All you ever did was wreck me
Yeah, you, you wreck me
Yeah, you, you wreck me

Bahasa Indonesia

Kita mencakar, kita dirantai, hati kita dalam kesia-siaan
Kita melompat, tak penah tanya sebabnya
Kita berciuman, aku terpengaruh mantramu
Cinta kita tak seorangpun bisa menyangkalnya

Jangan kau bilang aku pergi begitu saja dulu
Aku akan selalu menginginkanmu
Aku tak bisa hidup dalam kedustaan, ku pergi tuk selamatkan hidupku
Aku akan selalu menginginkanmu

Kehadiranku laksana bola penghancur
Aku tak pernah begitu serius bercinta
Yang ku inginkan hanyalah menhancurkan tembok-tembokmu
Yang pernah kau lakukan hanyalah menghancurkan diriku

Ku ajak kau terbang tinggi
Namun, kini kau tak kunjung turun
Perlahan makin terlihat, kau membiarkan ku terbakar
Dan kini, kita hanyalah abu

Jangan kau bilang aku pergi begitu saja dulu
Aku akan selalu menginginkanmu
Aku tak bisa hidup dalam kedustaan, ku pergi tuk selamatkan hidupku
Aku akan selalu menginginkanmu

Kehadiranku laksana bola penghancur
Aku tak pernah begitu serius bercinta
Yang ku inginkan hanyalah menghancurkan tembok-tembokmu
Yang pernah kau lakukan hanyalah menghancurkan diriku

Ku datang bagai bola penghancur
Ku pejamkan mataku dan berayun
Biarkan aku meringkuk dalam api dan terjatuh
Yang ku inginkan hanyalah menghancurkan tembok-tembokmu
Yang pernah kau lakukan hanyalah menghancurkan diriku

Ku tak pernah ingin memulai peperangan
Ku hanya ingin kau membiarkan ku merasuki hatimu
Dan bukannya menggunakan kekerasan
Ku rasa seharusnya ku biarkan kau menang
Ku tak pernah ingin memulai peperangan
Ku hanya ingin kau membiarkan ku merasuki hatimu
Ku rasa seharusnya ku biarkan kau menang

Jangan kau bilang aku pergi begitu saja dulu
Aku akan selalu menginginkan mu

Kehadiranku laksana bola penghancur
Aku tak pernah begitu serius bercinta
Yang ku inginkan hanyalah menghancurkan tembok-tembokmu
Yang pernah kau lakukan hanyalah menghancurkan diriku
 
Ku datang bagai bola penghancur
Ku pejamkan mataku dan berayun
Biarkan aku meringkuk dalam api dan terjatuh
Yang ku inginkan hanyalah menghancurkan tembok-tembokmu
Yang pernah kau lakukan hanyalah menghancurkan diriku

Sabtu, 01 Juni 2013

Lirik Roy Kim - Boom Boom Boom (로이김 - 봄봄봄) Bahasa Korea (한국어), Romanisasi, Bahasa Indonesia




Ini lagu dari Roy Kim judulnya " Boom, Boom, Boom ". Baru dirilis bulan April kemarin. Bukan Boyband bukan Alay. Bukan bencong bukan maho. Lucu, manis, enak didengar, pokoknya pas buat yang lagi jatuh cinta. Baca juga terjemahannya.

한국어

봄 봄 봄 봄이 왔네요
우리가 처음 만났던 그때의 향기 그대로
그대가 앉아 있었던 그 벤치 옆에 나무도 아직도 남아있네요
살아가다 보면 잊혀질 거라 했지만
그 말을 하며 안될거란걸 알고 있었소

그대여 너를 처음 본 순간 나는 바로 알았지
그대여 나와 함께 해주오 이 봄이 가기 전에

다시 봄 봄 봄 봄이 왔네요
그대 없었던 내 가슴 시렸던 겨울을 지나
또 벚꽃 잎이 피어나듯이 다시 이 벤치에 앉아 추억을 그려 보네요
사랑하다 보면 무뎌질 때도 있지만
그 시간 마저 사랑이란 걸 이제 알았소

그대여 너를 처음 본 순간 나는 바로 알았지
그대여 나와 함께 해주오 이 봄이 가기 전에

우리 그만 참아요 이제 더 이상은 망설이지 마요
아팠던 날들은 이제 뒤로하고 말할 거에요

그대여 너를 처음 본 순간 나는 바로 알았지
그대여 나와 함께 해 주오 이 봄이 가기 전에

~ ~


Romanisasi Sederhana

Bom Bom Bom Bomi Wanneyo
Uriga Cho-eum Mannatdon Geude-e hyanggi geudero
Geude-ga anja issodon geu benchi yope namudo ajik-do  namainneyo
Sara gada ichojil gora hetjiman
Geu mareul hamyon an doel goran goral go issosso

Geudeyo no-reul cho-eum bon sun gan na neun baro aratji
Geudeyo nawa hamkke hejuo i bomi gagi jone

Dasi Bom Bom Bom Bomi Wanneyo
Geude obso don ne gaseum siryo don gyo-ureul jina
Tto botkko chipi pionadeusi dasi i benchi e anja juo geul geuryo boneyo
Sarang hada bomyon mu dyojil ttedo itjiman
Geu sigan majo sarang iran gol ije arasso

Geudeyo no-reul cho-eum bon sun gan na neun baro aratji
Geudeyo nawa hamkke hejuo i bomi gagi jone

Uriga geuman chomayo ije do isang-eun mangsariji mayo
Apatdon nal deur-eun ije dwiro hago maral goeyo

Geudeyo no-reul cho-eum bon sun gan na neun baro aratji
Geudeyo nawa hamkke hejuo i bomi gagi jone

Bom Bom Bom ~ Bom Bom Bom ~ Bom Bom Bom ~ 

Bahasa Indonesia

Musim semi, musim semi, musim semi telah datang
Dengan aroma yang sama seperti saat kita pertama bertemu
Pohon di samping bangku taman yang kau duduki dulu masih ada
Ku pikir, ku akan melupakannya seiring berjalannya waktu. Namun ...
Seperti yang kutakan tadi, aku tahu ku takkan bisa melupakannya

Sayangku, aku langsung teringat saat pertama kali aku melihatmu
Sayangku, bersamalah denganku sebelum musim semi ini berakhir

Sekali lagi, musim semi telah tiba.
Setelah musim dingin berlalu tanpa mu
Aku duduk di bangku taman ini, mengenang kisah kita bagai bunga sakura bermekaran
Ada kalanya muncul perasaan bosan
Tapi sekarang, akhirnya ku sadari bahwa bahkan waktu adalah bagian dari cinta

Sayangku, aku langsung teringat saat pertama kali aku melihatmu
Sayangku, bersamalah denganku sebelum musim semi ini berakhi

Berhentilah menahan diri, janganlah ragu
Akan ku buang semua hari menyedihkan dan akan ku beritau dirimu

Sayangku, aku langsung teringat saat pertama kali aku melihatmu
Sayangku, bersamalah denganku sebelum musim semi ini berakhir

Musim semi oh musim semi 

Video Klip-nya


Selasa, 16 April 2013

Lirik Simple Plan & Kotak - Jet Lag (English, Bahasa, Definisi)


English

What time is it where you are?
I miss you more than anything
Back at home you feel so far
Waitin' for the phone to ring
It's gettin’ lonely livin’ upside down
I don't even wanna be in this town
Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged

What time is it where you are?
Five more days and I'll be home
I keep your picture in my car
I hate the thought of you alone
I've been keepin' busy all the time
Just to try to keep you off my mind
Tryin' to figure out the time zones makin’ me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jet lagged

I miss you so bad
I miss you so bad
I miss you so bad
I miss you so bad
I miss you so bad
I wanna share your horizon
I miss you so bad
And see the same sunrising
I miss you so bad
Turn the hour hand back to when you were holding me.

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss when you say good morning
But it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's drivin' me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Is so jetlagged
Is so jetlagged

Bahasa Indonesia

Pukul berapa sekarang dan dimana kau berada?
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
Kembalilah pulang kau terasa begitu jauh
Menunggu teleponku berdering
Semakin kesepian hidup dalam kegalauan
Aku bahkan tak ingin tinggal di kota ini
Mencoba menerka-nerka zona waktu membuatku gila

Kau berkata " Selamat Pagi "
Padahal di sini tengah malam
Aku kehilangan akal
Aku sendirian di atas ranjang ini
Ku bangun saat di sana matahari terbenam
Dan ini membuatku gila
Ku sangat merindukanmu
Hatiku begitu galau
Hatiku bergitu galau
Hatiku begitu galau
Begitu galau
Begitu galau

Pukul berapa sekarang dan dimana kau berada?
Lima hari lagi aku akan pulang
Ku letakan fotomu di mobilku
Ku benci memikirkanmu dalam kesendirian
Ku telah menyibukan diriku setiap saat
Mencoba untuk mengalihkan dirimu dari pikiranku
Mencoba menerka-nerka zona waktu membuatku gila

Kau berkata " Selamat Pagi "
Padahal di sini tengah malam
Aku kehilangan akal
Aku sendirian di atas ranjang ini
Ku bangun saat di sana matahari terbenam
Dan ini membuatku gila
Ku sangat merindukanmu
Hatiku begitu galau
Hatiku bergitu galau
Hatiku begitu galau
Begitu galau
Begitu galau

Aku sangat merindukanmu
Aku sangat merindukanmu
Aku sangat merindukanmu
Aku sangat merindukanmu
Aku sangat merindukanmu
Aku ingin berbagi cakrawala
Aku sangat merindukanmu
Aku ingin melihat matahari terbit yang sama
Aku sangat merindukanmu
Hingga jarum jam kembali ke waktu di saat kau bersama ku di rumah

Kau berkata " Selamat Pagi "
Padahal di sini tengah malam
Aku kehilangan akal
Aku sendirian di atas ranjang ini
Ku bangun saat di sana matahari terbenam
Dan ini membuatku gila
Ku sangat merindukanmu
Hatiku begitu galau
Hatiku bergitu galau
Hatiku begitu galau
Begitu galau
Begitu galau

Definisi

Lagu ini menceritakan dua orang kekasih yang terpisahkan ruang dan waktu. Di saat si wanita berkata selamat pagi pada si pria tapi di tempat si pria berada sudah tengah malam. Saat si pria bangun dari tidurnya, namun sayang di tempat si wanita sudah sore hari. Mereka saling merindukan satu sama lain, hingga mereka merasa galau karena perbedaan waktu yang membuat mereka gila.

Diterjemahkan oleh Fajar Rahmad Hidayat

Senin, 08 April 2013

Bruno Mars - Grenade (English + Indonesian Translation)



English

Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should've known you was trouble
From the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, no, no, no

Black, black, black and blue
Beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said "Hey" when you get back to where you're from
Mad woman, bad woman
That's just what you are
Yeah, you smile in my face then rip the brakes out my car

[Pre-Chorus:]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

[Chorus:]
I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

[Bridge:]
If my body was on fire
Oh, you watch me burn down in flames
You said you loved me, you're a liar
'Cause you never ever ever did, baby

[Chorus:]
But, darling, I'd still catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Oh, you'd never do the same
Oh, no no no

Translate ( Indonesian )

Kau datang dan pergi dengan mudah
Begitulah hidupmmu
Ambil, ambil, ambilah segalanya
Tapi kau tak pernah memberi
Harusnya ku tahu kau bermasalah
Dari ciuman pertama
Matamu terbuka lebar
Mengapa matamu terbuka?

Ku beri semua yang ku miliki
Tapi kau melemparkannya ke tempat sampah
Kau melemparkannya ke tempat sampah, kau melakukannya
Berikanlah semua cintamu yang pernah ku pinta
Karena hal yang tak dapat kau mengerti adalah ...

Aku akan menangkap granat untukmu
Aku akan melemparkan pisau ke tanganku untukmu
Aku akan melompat ke depan kereta untukmu
Kau tahu aku akan melakukan apapun untukmu
Aku akan pergi melewati semua rasa sakit ini
Ku akan menembakkan peluru ke otakku
Aku rela mati untukmu, sayangku
Tapi kau tak akan pernah melakukan hal yang sama

Hitam, hitam, hitam dan biru
Kau memukuliku hingga aku mati rasa
Katakan pada setan aku berkata "Hai" saat kau kembali ke tempat asalmu
Wanita gila, wanita nakal
Itulah dirimu
Kau tersenyum padaku lalu kau merusak rem mobilku

Ku beri semua yang ku miliki
Tapi kau melemparkannya ke tempat sampah
Kau melemparkannya ke tempat sampah, kau melakukannya
Berikanlah semua cintamu yang pernah ku pinta
Karena hal yang tak dapat kau mengerti adalah ...

Aku akan menangkap granat untukmu
Aku akan melemparkan pisau ke tanganku untukmu
Aku akan melompat ke depan kereta untukmu
Kau tahu aku akan melakukan apapun untukmu
Aku akan pergi melewati semua rasa sakit ini
Ku akan menembakkan peluru ke otakku
Aku rela mati untukmu, sayangku
Tapi kau tak akan pernah melakukan hal yang sama

Jika diriku terbakar api
Kau pasti hanya akan melihatku terbakar api
Kau berkata kau mencintaiku, kau pembohong
Karena kau tak pernah mencintaiku

Tapi aku akan tetap menangkap granat untukmu
Aku akan melemparkan pisau ke tanganku untukmu
Aku akan melompat ke depan kereta untukmu
Kau tahu aku akan melakukan apapun untukmu
Aku akan pergi melewati semua rasa sakit ini
Ku akan menembakkan peluru ke otakku
Aku rela mati untukmu, sayangku
Tapi kau tak akan pernah melakukan hal yang sama

Kau tak akan melakukan hal yang sama
Kau tak mau melakukan hal yang sama
Kau tak akan melakukan hal yang sama


Nah, itu tadi lirik lagu Bruno Mars - Grenade. Mohon maaf dan koreksinya kalau terjemahannya ada yang jelek atau salah. Semoga Bermanfaat :)