Rabu, 12 Agustus 2015

#FFRabu - Mati Kafir

“Kaupercaya padanya?” tanyaku.

“Tentu. Ia utusan Tuhan. Buktinya, ia benar akan banjir besar ini. Dan kalau saja kita tidak menumpang di kapal besarnya ini. Tentulah kita mati dibawa air.”

“Ah, itu kebetulan saja! Sebelum ia bercerita, aku juga bisa merasakannya. Kau juga pasti. Kita dianugerahi insting kan oleh Tuhan untuk membaca alam?”

“Jadi?”

“Aku akan keluar dari kapal ini. Berenang, dan berusaha mencari daratan. Aku tak percaya padanya.”

Esoknya, yang kuhasut itu menuruti cakapku. Menceburkan dirinya, tenggelam, dan mati dalam keadaan kafir. Lalu kulaporkan pada Tuanku. Kupikir ia akan senang, tapi nyatanya...

“Tolol! Kusuruh kau menghasut anak-anak Nuh. Bukan lembunya!”

#FFRabu Monday Flash Fiction yang dibangun untuk mengarungi tantangan mingguan bertema “Di Kapal”.

Semoga kita mati dalam keadaan beriman dan baik. Aamiin.



-Lukisan Edward Hicks-

2 komentar:

  1. Dan kalau saja kita tidak menumpang di kapal besarnya ini. Tentulah kita mati dibawa air.” << mestinya sih ini satu kalimat utuh.

    Hm, siapa kira-kira penghasut itu? Kenapa memilih lembu sebagai korban? Penghasut amatiran! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya, harusnya koma :D

      dia baru masa training Bang :D

      Hapus